Alasan Konyol untuk tidak menjadi seorang profesional
Artikel ini adalah terjemahan bebas dari tulisan Roger Johansson berjudul Lame Excuses for not being a professional yang bisa Anda baca di sini
Saya perlu mengeluarkan rasa frustasi yang ditimbulkan oleh orang-orang dan tingkah laku yang saya temui dalam pekerjaan saya, dalam komentar-komentar di situs ini dan juga artikel-artikel di tempat lain. Apa yang membuat saya frustrasi adalah industri Web saat ini dipenuhi oleh orang-orang malas, cuek, dan inkompeten yang, tampaknya, tidak tertarik sama sekali untuk belajar bagaimana melakukan sesuatu dengan benar.
Kalau Anda tidak suka membaca keluhan orang, jangan baca artikel ini. Sebaliknya, jika Anda memang suka membaca keluhan orang lain dan tertarik untuk membuat website yang dapat digunakan oleh banyak orang, sebanyak mungkin, maka Anda mungkin bisa menikmati tulisan ini. Khususnya jika Anda juka merasa frustrasi dengan alasan-alasan di bawah ini, yang sering dilontarkan oleh mereka yang tidak memiliki keinginan kuat untuk melakukan pekerjaan mereka dengan sebaik-baiknya.
Konsistensi Visual
Ah, alasan desainer grafis kelas atas untuk mempersulit user. Scrollbar berwarna? Kontrol form yang tidak jelas? Link yang tidak dapat dikenali? Teks yang tidak terbaca? Daftar ini bisa semakin panjang. Alasan ini biasanya dilontarkan oleh desainer Flash yang berorientasi visual atau para direktur agen periklanan yang membuat profil desain yang tidak sesuai untuk web. Alih-alih menyesuaikan desain yang mereka buat, mereka ngotot maju terus dan membuat user harus berpikir lebih keras untuk menggunakan website yang bersangkutan. Jika desain Anda – atau Anda sebagai seorang desainer – tidak bisa menerima kenyataan bahwa Web adalah Web, maka saya minta agar Anda berbaik hati dan tetaplah membuat brosur (jangan membuat website).
Memberi kesan/pengalaman yang menarik bagi user
Setiap Anda mendengar seseorang menyebut “engaging user experience” atau “pengalaman yang luar biasa“ atau yang sejenisnya, menjauhlah. Terlalu sering saya menemui bahwa apa yang dimaksud “membuat situs yang memberi pengalaman luar biasa” berarti mengisi situs yang bersangkutan dengan hiasan Flash dan/atau efek-efek khusus yang dibuat dengan JavaScript yang pada akhirnya mempersulit user untuk melakukan sesuatu. Mereka yang berbicara banyak mengenai “kesan/pengalaman yang baik bagi user” seringkali adalah mereka yang sama sekali tidak memahami usability dan desain interaksi.
Target audience
Adalah hal yang sangat baik jika Anda memiliki pengetahuan demografis tentang mereka yang Anda tuju sebagai pengguna website. Tetapi setiap kali saya mendengar orang menyebut “target audience”, indera laba-laba saya bangkit. “Target audience” adalah senjata yang berbahaya jika dipegang oleh orang yang salah. Istilah tersebut sangat mudah digunakan sebagai alasan untuk mengabaikan sekelompok user. Beberapa yang pernah Anda dengar mungkin termasuk, “Sasaran kita bukan pengguna Mac.”, “Kita tidak memiliki kustomer yang cacat.”,“Dalam sasaran kita, tidak ada yang menon-aktifkan JavaScript”, dan “Semua orang dalam sasaran kita memiliki komputer yang cepat, koneksi broadband, dan Flash.” . Klaim tersebut nyaris tidak pernah didukung fakta.
Mengoptimasi desain Anda untuk membuat situs Anda menarik dan dapat digunakan oleh “target audience” Anda adalah hal yang penting, namun sebelum Anda membuat situs yang sulit atau bahkan tidak dapat digunakan sama sekali oleh mereka yang tidak termasuk “target” Anda, Anda harus benar-benar tahu siapa yang akan mengunjungi situs Anda, dengan alat apa, dan dalam kondisi apa. Ini adalah Web. Satu-satunya yang Anda ketahui mengenai mereka yang akan mengunjungi situs Anda adalah Anda tidak tahu siapa mereka.
Statistik
Alasan ini sangat berkaitan erat dengan alasan sebelumnya dalam arti mereka yang melontarkannya cenderung mencari cara untuk membuat jumlah orang yang tidak dapat menggunakan desain mereka tampak sangat tidak berarti. Hal ini mereka lakukan dengan membagi jumlah orang yang tidak dapat menggunakan situs mereka ke dalam kelompok-kelompok kecil sehingga masing-masing tampak sebagai efek samping yang dapat diterima. Menggunakan statistik berarti membiarkan desain (buruk) dan pilihan teknologi yang Anda buat menentukan siapa target audience Anda.
IDE dan framework
Banyak developer back-end – dengan alasan-alasan yang tidak bisa saya pahami – sangat tergantung pada IDE atau framework untuk menuliskan kode-kode front-end bagi mereka. Kelihatannya HTML, CSS, dan Javascript terlalu rumit bagi kebanyakan developer back-end. Hal itu tidak baik, karena IDE yang mereka gunakan membuat kode-kode front-end yang menyedihkan.
Coba pikir, ini adalah masalah sederhana. Anda adalah seorang programmer. Jadi Anda seharusnya cukup cerdas untuk bisa mempelajari HTML, CSS, dan JavaScript. Kalau IDE atau framework yang Anda gunakan memproduksi sampah, jangan biarkan. Paksa keduanya untuk memproduksi kode yang bersih.
Ini adalah realita yang kami hadapi sehari-hari. Sebuah CMS yang kami gunakan dibuat dengan ASP.NET, dengan semua kode front-end sampah yang dibawanya. Kami hanya perlu mencari cara untuk mengatasinya. Jika tidak bisa, Kami gunakan CMS yang lain. Begitu pula Anda. Jangan pernah menerima IDE/framework/CMS apa adanya dan membiarkannya memproduksi sampah.
Dunia Nyata
Beberapa orang suka menyerang argumen dari orang-orang (seperti saya) yang ingin memajukan Web dengan melontarkan tuduhan bahwa Kami tidak mempunyai pekerjaan yang jelas dan tidak membuat situs web yang digunakan oleh orang beneran. Saya yakinkan Anda bahwa saya, dan semua orang yang menginginkan kebaikan yang sama memiliki pekerjaan yang jelas, dengan klien beneran, dan deadline yang beneran juga. Bedanya adalah, kami (saya) menganggap apa yang kami kerjakan sebagai karya seni dan kami ingin membuat sebuah karya yang berkualitas tinggi.
Yang penting pekerjaan selesai
Sebenarnya hal ini berarti “Situs ini bisa digunakan dengan seting asli browser saya, browser manajer saya, dan browser klien saya. Ini sudah cukup bagus. Sekarang saya ingin pulang dan nonton TV.”
Kenapa Anda bekerja dalam bisnis Web jika Anda tidak tertarik? Mendingan jualan burger aja.
Beberapa Alasan mungkin bisa diterima
Kebanyakan dari alasan-alasan yang saya kemukakan mungkin saja bisa diterima, tetapi hanya dalam kondisi-kondisi khusus. Fakta yang mengganggu adalah dari banyak kasus yang saya hadapi, alasan-alasan tersebut digunakan untuk menutupi kemalasan dan ketidakmampuan mereka.
Satu hal lagi: saya paham bahwa ada beberapa profesional yang terkadang menggunakan alasan yang saya kemukakan disini. Mohon dipahami bahwa saya tidak bermaksud menjelekkan Anda.
Ada alasan konyol yang lain?
Commenting is closed for this article.